“Amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu walaupun sedikit.” (HR Bukhori dan Muslim)
.
“Laksanakan amalan semampu kalian, sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bosan. dan sesungguhnya amalan yang paling di cintai Allah adalah amalan yang kontinyu (berkesinambungan) walaupun sedikit.” (HR Abu Daud).
Lakukan amalan semampu kita, baca qur'an satu surat dengan baik dan benar ( tajwid dan makhrajnya) terus di taddaburi sepertinya lebih afdhol dah , ketimbang baca misalnya 1 juz dengan cara sistem kebut.(emang angkot ..he he)
.
“Beramallah dengan benar dan sungguh-sungguh, ketahuilah bahwa sesungguhnya seorang dari kalian tidak akan masuk surga karena amalannya. mereka berkata : dan apakah engkau juga wahai Rosulullah? beliau menjawab : tidak juga aku, kecuali Allah memberikanku rahmat-Nya. dan ketahuilah bahwa amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun itu sedikit.” (HR Muslim)
Suatu pekerjaan apapun itu jika dikerjakan secara kontinyu, akan lebih berdampak pada diri kita,
Jika bila sudah terbiasa tentu akan lebih mudah mengerjakannya.
misalkan seorang operator mesin yang bekerja di sebuah perusahaan ,dengan ahlinya dia menjalankan mesin tersebut, misalkan dengan target berapa produk yang dia buat, tentu tidak akan menjadi masalah bagi dia karena sudah terbiasa , walau awalnya agak berat karena dia harus training menjalankan mesin, menghafal sop nya dll. ( yang ini pengalaman saya dulu .. ).
Begitu juga dalam hal ibadah kita kepada Allah SWT.
Rasul sering mencontohkan kebiasaannya walau itu tampak sederhana dimata kita, tersenyum, memberi salam, bersedekah, amanah, dll
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam adalah seorang hamba Allah yang bila mengerjakan suatu kebaikan beliau teguh pendirian dalam melaksanakannya. Artinya sekali beliau menetapkan untuk mengerjakan kebaikan tertentu, maka kebaikan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan yang dikerjakannya terus menerus. Sehingga isteri beliau Aisyah radhiyallahu ’anha berkata:
“Bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam melakukan suatu ‘amal perbuatan, maka beliau teguh pendirian. Dan bila ia tertidur sepanjang malam atau ia sedang sakit, maka ia akan sholat (sunnah) di siang hari dua belas rakaat.” (HR Muslim 1235)
Nah mumpung masih ada umur, yuk kita amalkan amalan yang baik walaupun kecil asal kontinyu, Tentunya disinilah kesabaran dan niat kita di uji, bisakah menjalankannya dengan niat dan tekad yang kuat, konsisten menjalankannya dan ikhlas karena Allah.
Ya Allah, teguhkanlah hati kami dalam meniti ketaatan di jalanMu. Amin.
.

